Pertama-tama, Berilmulah!

Berdirilah jin ‘Ifrit lalu berkata, “aku akan datang dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu. Sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.” Berselang kemudian manusia yang berilmu mengungguli kesanggupan jin ifrit, “aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Perpindahan singgasana Ratu Balqis dari negeri Saba’ (Yaman sekarang) ke istana Nabi Sulaiman as di Palestina itu terjadi dalam dimensi objektif manusia, tidak dalam dimensi ghaib jin. Hal itu terjadi berkat kemampuan dan keunggulan ilmu.

Lantas, ilmu apakah yang dimaksud? Ilmu yang berkait dengan perpindahan antar-ruang seperti kisah Nabi Sulaiman as dikenal sebagai teleportasi. Fenomena dalam ilmu Fisika yang membuat teleportasi menjadi mungkin adalah belitan kuantum (quantum entanglement). Eksperimen teleportasi yang sukses oleh tim Anton Zeilinger dari Universitas Insbruck pada tahun 1997. Impian tentang perjalanan jauh yang mampu memindahkan objek yang terpisah jauh dapat dilihat dalam film serial Star Trek karya Gene Roddenberry.

Peristiwa di atas menunjuk bahwa ilmu adalah faktor pembeda manusia dengann makhluk lainnya. Keagungan dan kehormatan manusia disebabkan natijah ilmunya. Dengan ilmu manusia menempatkan alam semesta secara adil, bahwa alam semesta adalah sebuah ‘buku’ yang agung yang terbuka untuk untuk dipelajarai, dimengerti, dan ditafsiri. Hanya manusia yang memiliki kefahaman, kecerdasan, dan ketajaman akal juga intuisi ilmiahnya dapat mengetahui dan memaknai ‘buku’ tersebut. Alam semesta adalah medan untuk penyelidikan dan penelitian ilmiah yang serius yang menghantarkan pada rahasia Sang Pencipta. Ilmu adalah kuasa bagi manusia untuk ‘menaklukkan’ semesta.

Ilmu, sebagaimana wujud manusia yang terbagi dalam dwi hakikat, demikian juga ilmu tergolong dalam dua jenis; ilmu yang berperan untuk memberi asupan gizi untuk menghidupkan jiwa, dan ilmu yang memberi bekalan bagi manusia untuk menjalankan tugas-tugas bagi keberlangsungan hidup di dunia. Ilmu yang pertama merujuk pada kebenaran objektif dan mutlak karena diberikan langsung oleh Allah swt melalui wahyu al-Quran untuk membimbing manusia. Sementara ilmu yang kedua merunut pada pengamatan, penelitian dan penyelidikan rasional dan pengalaman yang dapat diperoleh dari pancaindra (sensible) dan difahami oleh akal (intelligible). Ilmu jenis pertama memberi bimbingan kedudukan manusia dan kedudukannya dengan Allah swt. dan berkaitan dengan tujuan asasinya. Sehingga ilmu jenis yang pertama ini menjadi prasyarat dan dasar utama bagi ilmu jenis kedua. Karena ilmu jenis kedua tanpa bimbingan ilmu yang kedua tidak akan mampu menuntun manusia dengan benar, baik, dan adil dalam tujuan kehidupannya.

Pengklasifikasian ilmu di atas tidaklah kaku terpisah, karena pada dasarnya semua ilmu itu berasal dari Allah swt.. Segala sesuatu yang berasal dari Allah tentunya adalah baik (haqq), ilmu yang benar akan menuntun pemiliknya hanya pada hal-hal yang baik, akan menunjuki pada kebenaran serta akan membentuk ‘manusia yang baik’ yang tertanam dalam dirinya kebaikan dan keadilan. Ilmu yang baik dan benar tidak akan menghantarkan si empunya pada keburukan, kezaliman dan kerusakan.

Ilmu adalah suluh penerang bagi rahasia yang membutuhkan pengungkapan. Ilmu memberi kuasa bagi si empunya tentang pilihan-pilihan, sikap dan kemajuan. Ilmu adalah penanda sejarah; maju-mundur, bangkit-runtuhnya umat manusia dapat dilihat dari bagaimana sikapnya terhadap ilmu. Suatu sejarah umat manusia, kata Ibnu Khaldun, akan mendekati ambang kehancuran, ketika hilangnya aktivitas keilmuan. Maka, pertama-tama dan utama, berilmulah!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s