Pahlawan Itu, Kamu!

Pahlawan itu telah tiada; jasadnya telah terurai dan melebur dengan tanah. Namun mereka tetap hidup, di hati dan dan pikiran generasi yang ditinggalkan. Mereka hidup meski badan dan jasadnya sudah hancur lebur. Cita-cita, karya, dan nilai yang mereka wariskan berusia lebih tua dari usia jasmaninya. Mereka tiada namun sejatinya tetap ada; akan senantiasa dikenang untuk kurun seribu tahun lagi. Atau lebih. Mereka tidak seperti untaian sajak Chairil Anwar, sekali berarti sesudah itu mati. Bukan. Mereka tidak seperti itu. Mereka sebaliknya, sekali mati namun karya dan ide-idenya akan terus-menerus memberi arti bagi orang lain.

Pahlawan itu Manusia Besar. Mereka Besar bukan karena fisik; karena mereka berani menantang jaman dengan cita-cita besarnya, karena mereka mampu menjawab tugas besar yang hadir di hadapan mereka dengan karya dan pengorbanannya. Mereka hadir menjadi pelita di tengah gelap zaman. Mereka menjadi penunjuk jalan ke arah terang. Mereka menghadirkan optimisme dan semangat kemajuan serta pencerahan di tengah pekat pesimisme dan kemunduran.

Pahlawan itu orang yang tidak hanya terdidik namun juga tercerahkan; pikiran dan jiwanya. Pikiran yang tercerahkan selalu gelisah melihat kondisi yang tidak baik, tidak ideal. Kegelisahan itu menjadikan mereka selalu terpancing untuk menggali dan memproduksi ide, gagasan, kreativitas, serta karya baru yang brilian. Jiwa yang tercerahkan mengikuti perkataan Sang Tauladan utama, Muhammad saw: sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. Karenanya mereka selalu memiliki orientasi dan kepedulian sosial yang tinggi.

Pahlawan itu manusia biasa seperti kita. Yang membedakan adalah; para pahlawan tersebut dapat meraih dan menemukan momentum kepahlawanan diri mereka. Momentum kepahlawan itu muncul saat kemauan, kemampuan, dan kebesaran cita-cita bertemu dengan peluang, kesempatan, dan tantangan zaman. Peluang, kesempatan, dan tantangan zaman itu tidak bisa diciptakan, namuan kemauan, kemampuan, cita-cita, dan karya itu dapat diperjuangkan dan diraih. Karenanya, setiap insan yang lahir, punya peluang yang sama untuk jadi pahlawan. Semua yang bernyawa.

Pahlawan itu, kamu! Kamu kamu kamu! Kamu dengan cita-cita besarmu. Kamu dengan karya brilianmu. Kamu dengan kebesaran jiwa dan pikiranmu. Kamu dengan kepedulian sosial serta pengorbananmu. Kamu dengan segudang prestasimu. Kamu dengan amal sholeh yang dikenang banyak orang. Namun, pertanyaan besarnya: BERANIKAH KAMU MENJADI SEPERTI ITU?

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s