Pendidikan Karakter

Pendidikan merupakan faktor yang amat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Prof. Dr. Azyumardi Azra mengatakan bahwa, “Pendidikan adalah suatu proses di mana suatu bangsa atau negara membina dan mengembangkan kesadaran diri di antara individu-individu.” Lebih lanjut Azyumardi Azra menekankan bahwa:
Pendidikan benar-benar merupakan latihan fisik, mental, dan moral bagi individu-individu, agar mereka menjadi manusia yang berbudaya. Dengan pendidikan, individu-individu itu diharapkan mampu memenuhi tugasnya sebagai manusia – yang diciptakan Allah sebagai khalifah-Nya di bumi, dan menjadi warga Negara yang berarti dan bermanfaat bagi suatu Negara.

Pendidikan, dalam sudut pandang yang lain merupakan alat bagi proses persemaian dan proses pembudayaan etika atau moral. Sehingga, pendidikan mampu melahirkan manusia-manusia yang memiliki karakter yang kuat, yaitu manusia yang memiliki kualitas kepribadian dan kualitas merit (profesi). Proses pendidikan nasional, pada dasarnya adalah untuk terwujudanya mental yang sehat. Terkait dengan hal ini, Dr. Zakiah Daradjat menguraikan:
Dalam pendidikan nasional, yang dituju pada dasarnya adalah pembinaan mental yang sehat, sehingga setiap anak didik mulai dari kecilnya telah dipersiapkan untuk mengalami ketenteraman jiwa yang akan menjadi dasar dari pembinaan mental selanjutnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa, “mental adalah hal yang menyangkut batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga.” Sedangkan yang dimaksud dengan mental disini adalah:
Dalam ilmu psikiatri dan psichoterapi, kata mental, sering digunakan sebagai kata ganti dari kata personality (kepribadian) yang berarti bahwa mental adalah semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap (attitude) dan perasaan yang dalam keseluruhan dan kebulatannya akan menentukan corak laku, cara menghadapi suatu hal yang menekan perasaan, mengecewakan atau menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya.

Bagi manusia, di samping pembangunan aspek fisik dan intelektual, pembangunan mental merupakan hal yang penting. Sebab, pembangunan mental sejatinya merupakan pembangunan jiwa manusia. Dimana, di dalam jiwalah letak dari kebahagiaan manusia. Manusia yang mental dan jiwanya bahagia adalah:
Orang yang merasakan bahwa dirinya berguna, berharga dan mampu menggunakan segala potensi dan bakatnya semaksimal mungkin dengan cara yang membawa kebahagiaan dirinya dan orang lain. Di samping itu ia mampu menyesuaikan dir dalam arti yang luas terhindar dari kegelisahan-kegelisahan dan gangguan jiwa, serta tetap terpelihara moralnya.

Sehingga, orientasi serta arah yang hendak dituju dalam proses pembangunan mental atau kepribadian manusia (dalam hal ini siswa didik) adalah pada pembentukan moralitas (etika) dan potensi intelektualitas (kecerdasan) yang beraneka ragam (multiple intelligence) siswa didik. Dengan moralitas yang dimiliki, siswa didik akan memiliki standar-standar moral untuk menentukan kebenaran dan kesalahan. Dan dengan potensi kecerdasannya, siswa didik akan mampu memiliki, “keandalan khusus seseorang yang memungkinkannya memiliki daya tahan dan daya saing dalam perjuangan hidup.”

Penekanan pembangunan mental pada aspek pembinaan moral dan intelektual menghajatkan proses pendidikan untuk lebih memperhatikan bagi berlangsungnya proses pendidikan karakter. Oleh sebab itu, di lembaga pendidikan kita, “pendidikan karakter memiliki sifat bidireksional, yaitu pengembangan kemampuan intelektual adan kemampuan moral.”

Pendidikian karakter dijelaskan oleh Yudi Latif sebagai, “suatu payung istilah yang menjelaskan berbagai aspek pengajaran dan pembelajaran bagi perkembangan personal.” Dengan banyaknya aspek yang hendak dicakup oleh pendidikan karakter, membuat pendidikan karakter ini sebagai suatu konsep yang sulit untuk diterapkan. “Setiap komponen memberikan perbedaan tekanan tentang apa yang penting dan apa yang semestinya diajarkan.”

Lebih lanjut tentang pendidikan karakter, Doni Koesoema menjelaskan tentang pentingnya penyelenggaraan pendidikan karakter:
Dalam konteks ini, pendidikan karakter yang diterapkan dalam lembaga pendidikan kita bisa menjadi salah satu sarana pembudayaan dan pemanusiaan. Kita ingin menciptakan sebuah lingkungan hidup yang menghargai hidup manusia, menghargai keutuhan dan keunikan ciptaan, serta menghasilkan sosok pribadi yang memiliki kemampuan intelektual dan moral yang seimbang sehingga masyarakat akan menjadi semakin manusiawi.

Pendidikan karakter ini akan mampu memberikan dan menumbuhkan perilaku yang didasari oleh pertimbangan moral intelektual yang utuh. Dapat juga untuk menumbuhkan kebiasaan positif yang mampu mengakomodasi potensi diri sehingga memunculkan rasa percaya diri, perasaan nyaman, bahagia, dan produktif.

Dengan demikian, proses pembangunan mental pada manusia dapat dilakukan dengan menyelenggarakan pendidikan karakter dengan baik. Pembangunan mental seseorang ditentukan oleh pengembangan yang dinamis dan harmonis antara aspek moral dan intelektualnya. Pengembangan dua aspek itu akan mampu menghasilkan manusia yang memiliki ketahanan sekaligus keunggulan. Dengan moral yang kokoh, manusia itu tidak akan mudah goyah akibat goncangan yang disebabkan benturan nilai. Kemudian dengan keunggulan intelektualnya, manusia dapat bersaing dalam percaturan kehidupan dunia yang semakin melaju kencang, terlebih di era globalisasi sekarang ini. []

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s