Cerita Bukuku

Kejadiannya tidak pernah direncanakan, tidak ada yang memotivasi. Aku membaca untuk menjadi tahu. Aku membaca untuk menjelajah dunia yang tak pernah aku tahu. Tak pernah aku kunjungi. Aku membaca untuk berjumpa dengan masa lalu, dan mereka yang menjadi bagian dari cerita masa lalu itu. Kebutuhan akan bacaan memaksaku untuk memiliki buku. Untuk memiliki, tidak cuma meminjam.

Aku tidak membatasi diri pada satu jenis bacaan. Bagiku, ragam bacaan akan memperkaya ide dan persepsi. Dengan itu, aku bisa mengarahkan diri untuk melihat tidak hanya dari satu sudut pandang. Adanya ragam bacaan akan melatih untuk bersikap analitis dan kritis atas tiap gagasan yang tersurat dan tersirat dalam sebuah karya berbentuk buku. Hal inilah yang menjadikan koleksi bukuku ada bermacam tema dan kategori.

Aku termasuk yang menyepakati dua pengertian tentang siapa ilmuwan itu? Ia, dalam pengertian pertama adalah orang yang menguasai topik dan ilmu tertentu sampai detailnya. Ia menguasai teori dan metodologi ilmu itu secara runtut dan mendalam. Dalam pengertian kedua, ilmuwan adalah yang memiliki kompetensi keluasan, ia layaknya sebuah ensiklopedia berjalan dengan aneka ragam ilmu yang diketahuinya, namun mungkin dengan metodologi yang tidak mendalam. Sempurnanya adalah jika mampu menjadi sosok bagi bertemunya (melting point) dua pengertian itu: sosok yang berpengetahuan mendalam dan meluas. Sampai disini, aku mengkategorikan diriku pada pengertian kedua. Ini juga penyebab koleksi bukuku muti tema.

Sampai sekarang, aku tidak tahu persis berapa jumlah buku yang sudah aku miliki, kisarannya ada 400 buah judul buku. Buku-buku itu memang ada yang belum aku baca sama sekali, ada yang aku baca beberapa kali, dan ada yang kubaca saat-saat tertentu. Mengutip sebuah judul ‘bukuku kakiku’, buku-buku itu yang menopang dan membuka lebar rasa berpikir dan cakrawala perasaanku.

Sejalan waktu, aku berpikir bahwa nantinya buku itu tidak hanya menjadi konsumsi pribadiku. Kelak buku itu akan menjadi sebuah warisan yang akan kuwariskan bagi orang-orang terdekatku. Ya, aku ingin mewariskan ilmu. Aku ingin orang-orang itu menjadi sosok ilmuwan yang utuh sebagaimana diuraikan di atas.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s