Ukhuwah-ku

Perbedaan.

Persatuan.

Dunia bergerak dengan cepat. Gelombang Ketiga dalam alur sejarah menemukan momentumnya. Kemajuan teknologi menginisiasi perubahan. Kecepatan informasi memperkaya gagasan. Kekuatan gagasan mempertaruhkan keberadaan seseorang. Perbedaan kualitas ditentukan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses sumber informasi. Perbedaan gagasan mempertajam akar historis perbedaan.

Rentang fenomenologi fisik semakin pendek. Jarak bukan menjadi suatu hal yang menghambat suatu keterikatan. World is flat. Itu semua hanya merupakan daya dukung kehidupan. Bukan hakikat utuh dari kehidupan itu. Yang pasti dalam hidup adalah perbedaan. Adalah perasaan bersatu. Daya dukung itu menjadi rangkaian penunjang dalam mewujudkan keutuhan dalam hidup.

Ada makna yang tidak tunggal.

Kekayaan informasi memberi keluasan gagasan.

Keluasan gagasan menjamin keanekaragaman.

Keterpisahan oleh jarak, oleh waktu tidak jadi kendala.

Muncul tantangan dalam interaksi sosial manusia. Menolak aneka ragam gagasan adalah ketidakmungkinan yang absolut. Yang ada adalah kita menyerap sari-sari informasi untuk mempertajam gagasan. Mencari sebongkah kecemerlangan dalam tempurung pikiran manusia. Proses pencarian itu akan berjalan mulus tatkala ada penghargaan tulus kepada perbedaan dan kekuatan gagasan dari masing-masing orang.

Muncullah dari aneka gagasan itu adalah konsepsi bersama yang disepakati. Konsepsi itu abstraksi oleh mimpi dan keinginan. Kehendak hati yang merajai emosi diri adalah keinginan yang sangat besar untuk melihat cita konsepsional itu menjadi kenyataan dalam panggung historis kehidupan manusia. Seperti cita orang tua terhadap anaknya.

Oleh karenanya, konsepsi yang disepakati itu hendaklah dipahami dan dimengerti oleh semua hakikat kesadaran yang menjadi bagian dari proses kehidupan. Konsepsi itu menjadi penanda. Menjadi identitas bersama dalam merajut cita bersama. Sehingga tantangan yang ada di sini adalah kemudahan komunikasi. Kemajuan teknologi sudah memberikan kemudahan dan daya dukung. Tetapi, pertemuan tatap muka, berada dalam batas yang tidak imajiner adalah lebih dari itu semua. Itulah ukhuwah yang terikat rapi dalam interaksi fisiologi. Bukan dalam interaksi teknologi.

Indahnya ukhuwah dalam perbedaan gagasan.

Dalam merajut persatuan cita.

This entry was posted in Tulisan Lepas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s