Sm@rt I

“Telah membentang jangkauannya sehingga mencakup sepanjang zaman, melebar jangkauannya sehingga mencapai ujung dunia, dan meluas kedalamannya hingga meliputi berbagai sisi kehidupan dunia dan akhirat”.

Telah satu dekade lamanya perjalanan Smart. Berada dalam percaturan kehidupan, lebih tepatnya menjadi bagian dari laju kehidupan. Banyak hal yang telah diperbuat, banyak hal telah dijalankan. Mengalami goncangan, mengalami beragam tantangan. Perubahan merupakan kepastian, dan perkembangan adalah keharusan. Hal sederhana ini bisa dijadikan untuk memacu untuk menjadi selalu baik. Hal ini bisa dilakukan dengan merekonstruksi pemahaman, pemahaman terhadap diri sekaligus pemahaman terhadap zaman. Rumusan ini yang menjadi pedoman untuk mampu membumikan peran yang nyata serta memberikan jawaban atas permasalahan yang aktual (‘ilaaj al kholal).

Kuncinya ada pada dua hal ini, faham dan amal. Pemahaman dan pengamalan, pengenalan dan pengakuan. Kefahaman harus berbuah kerja nyata, sebaliknya kerja nyata harus berdasar kefahaman. Tanpa kefahaman, amal kerja kita tidak akan mampu menjawab masalah yang ada. Tanpa amal nyata, kefahaman kita hanya menjadi cita-cita dan khayalan kosong yang tidak berbuah.

Pada fase perjalanannya, Smart tidak terlepas dari dua hal di atas. Ada satu periode ketika Smart dinilai tidak produktif, tidak banyak membuat karya nyata. Hal ini disebabkan karena memilih memfokuskan pada penyelesaian, pembentukan kapasitas dan kefahaman semua anggotanya. Kesibukan ada pada pembenahan internal, penyelesaian konflik internal, menyamakan persepsi, menggali makna-makna, dan lain sebagainya. Energinya terkonsentrasi hanya pada rekonstruksi kefahaman dan kesolidan. Sehingga muncul kesimpulan, energi Smart yang besar terkungkung dalam-dalam oleh dirinya sendiri.

Suatu waktu yang lain, Smart sangat produktif beramal nyata dan banyak menghasilkan karya. Sehingga menjadi daya tarik beberapa pihak, membuat Smart semakin tinggi jam terbangnya. Namun ragam amalan itu berakibat hilangnya makna-makna dari amal produktif yang dikerjakan, hilangnya keteguhan prinsip, dan keteledoran terhadap misi yang hendak dijunjung. Dan hasilnya, amal produktif itu tidak memberikan kesan yang dalam, kecuali hanya perasaan senang dan bahagia saat itu juga. Kebahagian yang (miskin) makna.

Tidak fair rasanya, jika tidak mencantumkan dalam tulisan ini fase yang satunya. Kefahaman, kesolidan, kesamaan visi pernah menjadi bagian perjalanan Smart. Hal ini diimbangi dengan produktifitas yang tidak stagnan. Fase ini menimbulkan kesan yang dalam bagi anggota Smart semuanya, bahwa Smart sebagai sebuah rumah yang unsur-unsur di dalamnya saling menguatkan. Dan juga bahwa Smart adalah tempat yang nyaman dan tepat untuk aktualisasi dan berkontribusi nyata dalam kerja-kerja dakwah.

Kondisi ideal sebagaimana tergambar di atas ini dapat diidealisasi dengan mentamsilkan Smart layaknya keluarga. Smart lebih dari sekedar organisasi sebagaimana umumnya, lebih dari itu, Smart adalah organisasi yang lebih intim, yaitu keluarga. Ikatan yang hendak dibangun adalah ikatan emosional yang dijadikan landasan untuk tampil secara transformatif dalam menjalankan roda gerak Smart. Ikatan yang hendak dibangun tidaklah bersifat relasional yang menjadikan geraknya bersifat transaksional. Jadi, membangun semangat emosional-transformatif menjadi penting daripada bangunan relasional-transaksional di dalam diri Smart.

Semangat emosional-transformatif ini yang hendaknya menjadi pandangan hidup bagi gerak Smart. Emosional dalam pengertian bahwa terbangun suasana yang kondusif yang memberikan semangat serta perasaan yang membangun nuansa internal yang kondusif. Transformatif artinya, bahwa Smart mampu hadir dalam ranah gerkanya untuk memberikan kontribusi yang solutif bagi perkembangan zaman. Sehingga Smart memiliki pandangan ke dalam diri (inward looking) sama baiknya dengan pandangan ke luar diri (outward looking).

Akhirnya, gambaran ideal ini bukan untuk hanya diimpikan. Bukan, hal ini bukan gambaran, hal ideal ini pernah hadir dalam Smart. Sehingga tugas yang harus dipikirkan dan dilakukan adalah menghadirkan kembali hal ideal itu. Ada dua hal yang perlu dan bisa dilakukan dalam rangka menghadirkan hal ideal ini kembali. Dua hal ini berada pada tataran yang berbeda, namun saling terkait dan bersambung. Yaitu pada tataran individu dan tataran organisasi atau sistem.

Pada tataran individu, hendaknya setiap diri bersikap aktif dalam membangun kesadaran dan aktualisasi diri. Setiap diri bersikap responsif terhadap segala situasi dengan senantiasa berpikir solutif, tidak bersikap apatis yang cenderung kepada tidak solutif. Pada tataran organisasi atau sistem, hendaknya dibuat struktur penyangga yang memilki tugas sebagai support system bagi Smart. Struktur penyangga (buffer) yang dimaksud adalah kaderisasi dan riset.

Kaderisasi memilki tugas spesifik untuk membentuk pandangan ke dalam yang baik. Membentuk dalam tubuh Smart kesatuan dalam kefahaman, kesolidan, dan keutuhan visi dan misi. Sementara riset mampu untuk menangkap pesan dan kondisi yang muncul di seputar objek dan sasaran yang hendak dituju, sehingga beraneka kegiatan dan kerja yang dilakukan Smart mampu benar-benar sesuai dengan kondisi yang sedang aktual, kegiatan Smart tepat pada sasaran yang dituju. Sehingga pengopinian dan event yang dikerjakan Smart memilki nilai strategis yang tinggi.

Dalam perjalanan ke depan, Smart harus senantiasa memperhatikan dan menganalisa hal-hal di atas dengan intensif dan kontinyu. Dengan pandangan yang ada di atas, Smart diharapkan mampu untuk mewujudkan apa yang pernah dinginkan oleh Hassan al-Banna terhadap gerakan dakwahnya sebagaimana yang tertulis di awal tulisan ini. Mengakar ke bumi dan menggapai ke langit.

This entry was posted in Tulisan Lepas. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s