Catatan Lama

Siluet senja memberi tanda. Siang hari di penghujung keberadaannya. Permulaan malam segera datang. Siang berganti malam. Alam memberikan bahasa. Manusia berbicara dengan bahasa itu. Seolah mengikuti gerak alam, manusia menuju peralihan dalam gerak kehidupannya. Siang menjadi sarana menyambung kehidupan ragawi. Menjadi olah kreatifitas mengolah hidup. Dan malam menjadi tempat melabuhkan jiwa.

Alam adalah manusia yang besar, manusia adalah alam yang kecil.

Alam dan manusia berjalin kelindan membentuk interaksi. Interaksi yang timbal balik. Interaksi itu dinamakan kehidupan. Kehidupan itu menjadi ajang untuk mengolah hidup. Karena inilah manusia ada. Pengertian akan hakikat keberadaan manusia bisa didekati dengan pendekatan ini. Pendekatan ontologis. Kehidupan adalah interaksi timbal balik ini. Manusia dengan alam. Serta manusia dngan sesamanya. Keinsyafan seperti ini yang akan membawa kearifan bagi manusia tentang keberadaan kekuatan Tuhan. Alam dan manusia, keberadaan dan kemenjadiannya adalah bukti otentik dari Tuhan.

Dalam interaksi kehidupan ada perangkat-perangkat untuk menunjang proses itu. Semacam alat dan medium untuk menjamin keberhasilan menjalankan misi ontologis dalam kehidupan. Perangkat itu adalah akal dan jiwa. Jiwa dan akal. Satu paket kesatuan yang harus sebangun dan sejalan. Dan bukan yang satu meniadakan dan menjadi penghalang bagi yang lain.

Jiwa intelektual yang kritis.

Akal emosional yang humanis.

Kehidupan menggelorakan semangat. Semangat yang menawarkan tantangan dan perubahan. Perubahan itu kepastian, dan tantangan itu permulaannya. Tantangan itu ujian, dan perubahan itu jaminannya. Peradaban oleh karenanya bekerja lewat mekanisme ini. Mekanisme tantangan dan tanggapan. Tantangan memberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan. Tanggapan yang dilakukan akan menghadirkan perubahan. Ke arah baik atau buruk perubahan itu terkait dengan cara dan perangkatnya.

Terlampau mengandalkan intelektual menjadi rasionalis. Terlampau emosional menjadi egois. Kekuatan intelektual karenanya hendak disertai dengan emosi yang kuat. Kekuatan emosi disertai juga dengan daya dukung intelektual. Alam menyediakan fasilitasnya. Kehidupan siang hari memberikan kesempatan untuk mengasah kepekaan jiwa intelektual ini. Malam hari ada untuk menyuburkan akal emosional manusia. Menjadi penunggang kuda di siang hari, rahib di malam hari. Keseimbangan dalam menjalankan dua perangkat ini adalah kunci mengolah hidup. Kehidupan.

Berpikir besar.

Berjiwa besar.

Berpikir dan berjiwa besar. Begitu adanya!!

This entry was posted in Tulisan Lepas. Bookmark the permalink.

4 Responses to Catatan Lama

  1. ku_mel says:

    akhirnya menemukan blog-nya Syauqi.. coretan dan catatan yang begitu khas dari sang intelek (^_^)V
    Ya. memang begitu adanya..

  2. zenma says:

    berpikir dan berjiwa besar seiring alunan alam ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s